NunukanPemkab Nunukan

MTQ XXI Nunukan Resmi Dibuka di Sebatik Barat, Bupati Irwan Sabri Serukan Pengamalan Al-Qur’an dalam Kehidupan

Bagikan ke

GEMAKALTARA.COM | NUNUKAN, KALTARA — Gaung ayat suci Al-Qur’an menggema di wilayah perbatasan saat Bupati Nunukan, H.Irwan Sabri resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXI tingkat Kabupaten Nunukan di Lapangan Sepak Bola Desa Liang Bunyu,Kecamatan Sebatik Barat, Minggu malam (26/4/2026).

Pembukaan berlangsung semarak namun tetap khidmat,mempertemukan unsur Forkopimda,DPRD Nunukan,para camat,kepala desa hingga ratusan masyarakat yang memadati arena.MTQ kali ini bukan sekadar seremoni tahunan,tetapi menjadi panggung besar syiar Islam di kawasan perbatasan Indonesia.

Dalam pidatonya,Irwan Sabri menyampaikan pesan tegas, MTQ tidak boleh berhenti pada seremoni dan lomba semata.

Berita Terkait  Aliansi Mahasiswa Sebatik Hidupkan Syiar Ramadan Lewat Festival “Simpatik In Ramadhan”

“Jangan sampai MTQ hanya menjadi ajang memperindah suara. Yang lebih penting adalah bagaimana Al-Qur’an itu benar-benar hadir dalam kehidupan kita,”tegasnya di hadapan ribuan hadirin.

Ia mengingatkan bahwa Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk dipahami,dijalankan dan dijadikan arah dalam kehidupan bermasyarakat.

“Al-Qur’an adalah petunjuk hidup.Ia bukan sekadar dibaca,tetapi harus diamalkan agar mampu menyelamatkan manusia,baik di dunia maupun di akhirat,” lanjutnya.

Bupati juga menaruh harapan besar agar MTQ ke-21 ini menjadi titik kebangkitan spiritual masyarakat Nunukan.

“Saya ingin MTQ ini melahirkan energi baru—bukan hanya bagi peserta,tapi seluruh masyarakat—untuk benar-benar menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan nyata,”ujarnya.

Pembukaan diawali dengan defile 13 kafilah dari seluruh kecamatan di Kabupaten Nunukan yang tampil penuh semangat.Total peserta mencapai 789 orang, mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat dalam syiar Al-Qur’an.

Suasana berubah syahdu saat lantunan ayat suci dibacakan,menghadirkan nuansa religius yang kuat di tengah gemerlap acara.Momen sakral ditandai dengan pemukulan beduk oleh Bupati bersama Forkopimda sebagai tanda resmi dimulainya MTQ.

Tak berhenti di situ,kemegahan acara semakin terasa dengan penampilan tari kolosal Islami yang melibatkan 98 penari.Gerakan yang padu dan penuh makna itu menjadi simbol harmoni antara seni,budaya dan nilai-nilai keislaman.

Berita Terkait  Ultimatum Berakhir,Warga Lapri Turun Tangan,Tagih Janji Pembayaran Lahan yang Tak Kunjung Tuntas

Di balik kemeriahan,tersimpan pesan yang lebih dalam: Sebatik Barat ingin menegaskan jati dirinya sebagai wilayah perbatasan yang tidak hanya menjaga kedaulatan negara,tetapi juga kokoh dalam nilai religius dan budaya Islami.

MTQ ke-XXI ini pun bukan sekadar kompetisi,melainkan panggilan moral—bahwa di tengah arus zaman, Al-Qur’an harus tetap menjadi pusat kehidupan. (Ozzie)

Loading

Keep Scrolling

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *